Kamis, 19 September 2019

BERBAGAI VERSI AWAL MULA PERSAHABATAN VIKING DENGAN BONEK




1. Awal Mula Persahabatan Bonek dan Bobotoh, Begini Ceritanya




          SUMBER: POJOKSATU.id, BANDUNG–


Ribuan suporter Persebaya Surabaya atau yang dikenal dengan sebutan Bonek saat ini tengah berada di Bandung untuk memperjuangkan nasib klub kesayangan mereka di Kongres PSSI yang akan dihelat di Hotel Aryaduta, Minggu (8/1) besok.
Ribuan Bonek itu disambut dengan suka cita oleh Bobotoh, fans fanatik Persib Bandung. Bagi Bonek, Kota Kembang bak rumah kedua. Hal itu tak lepas dari hubungan hangat antara Bobotoh dengan Bonek.
Cerita indah ini memang sudah terjalin sangat lama. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib ingin mendukung kesebelasan kesayangannya terbang tinggi di Indonesia.
Puncaknya terjadi pada 2003 lalu. Kala itu ada ikrar suporter bersatu saat gelaran play-off Liga Indonesia di Solo. Klub peserta diperbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bersatu, yang diikuti oleh Viking, Bonek, Pasoepati, La Mania dan Brajamusti.
Bonek bela Persebaya
Bahkan ketika itu, Bobotoh yang ingin datang ditemani oleh Bonek jalan ke Kota Solo. Kejadian di pertandingan Persib melawan Perseden Denpasar era Liga Indonesia membuat hubungan Viking dan Bonek semakin erat.
Rasa senasib sepenanggungan adalah hal yang mungkin menjadi dasar dari kebersamaan Viking Bonek sekarang ini. “Sebenarnya kalau dilihat sejarah klub, Persib dan Persebaya musuh bebuyutan. Tapi kami suporter malah membuktikan kalau bisa mendukung dengan cara sportif,” kata pentolan Viking, Yana Umar kepada JawaPos.com (Induk Pojoksatu).


2. Sejarah Persahabatan Viking dan Bonek

SUMBER:PERFECT MAG

Hubungan persahabatan antara Viking dan Bonek, di mulai pada tahun 2003. Ketika itu ada ikrar suporter bersatu saat gelaran Play-off Liga Indonesia di Solo. Klub tersebut di perbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bersatu, ikrar tersebut di ikuti oleh Viking, Bonek, Pasoepati, La Mania dan Brajamust. Ketika itu Viking di temani oleh Bonek saat berjalan jalan ke kota Solo, di saat itu kedua kelompok suporter tersebut akrab dan mengobrol.  Kejadian di pertandingan Persib melawan Perseden Denpasar membuat hubungan Viking dan Bonek semakin erat, Viking yang di dampingi oleh Bonek dan suporter Perseden di bantu oleh Pasoepati.

Sebenarnya jika menilik pada sejarah, Persib dan Persebaya adalah musuh bebuyutan dari sejak zaman perserikatan. Kedua klub besar tersebut bukanlah sahabat baik seperti sekarang. Namun,Viking Bonek membuktikan bahwa dua kubu suporter yang sama-sama kuat dan sempat bermusuhan ternyata dapat saling beriringan. Lalu, apa yang menyebabkan Viking Bonek bisa menjalin persahabatan?

Rasa senasib sepenanggungan adalah hal yang mungkin menjadi dasar dari kebersamaan Viking Bonek sekarang ini. Kedua suporter sama-sama memiliki riwayat buruk di mata publik. Mereka dianggap sebagai biang kerusuhan setiap kali pertandingan sepak bola berlangsung. Dimana ada pertandingan yang ditonton oleh Viking dan Bonek pasti akan ada kerusuhan yang terjadi.Memang dalam sejarah sepak bola Indonesia Bonek beberapa kali terlibatdalam kerusuhan ketika Persebaya berlaga. Seperti yang terjadi pada tanggal 4 September 2006, Bonek Mania melakukan kerusuhan saat pertandingan Copa Dji Sam Soe Persebaya melawan Arema Malang. Ketika itu para oknum Bonek Mania membakar sejumlah mobil yang berada di luar Stadion 10 November serta menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion. Bonek pun dikenakan sangsi larangan memasuki stadion manapun selama tiga tahun

Viking pun pernah beberapa kali terlibat dalam kerusuhan ketika pertandingan berlangsung. Salah satunya, kerusuhan yang terjadi pada hari Minggu, 23 Januari 2011 dmana saat itu Persib menjamu Arema FC di stadion Siliwangi. Pada saat itu kerusuhan terjadi dan puluhan kursi di dalam stadion dirusak dan merusak papan eboard. Atas semua catatan buram yang pernah dimiliki oleh Viking Bonek, masyarakat maupun media nasional acap kali melayangkan hujatan pada keduanya. Bahkan media masa nasional sering menjadikan berita kerusuhan Viking dan Bonek sebagai headline utama.

Keonaran-keonaranyang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab menjadikan nama Viking dan Bonek coreng moreng.Viking dan Bonek sering dijadikan sasaran empuk pemberitaan media. Mereka dijadikan lakon keonaran apabila kerusuhan terjadi. padahal tak selalu kedua klub pendukung Persib Persibaya itu melakukan kerusuhan. Mereka merasa memiliki nasib yang sama. Yaitu nasib di deskreditkan oleh masyarakat maupun media massa.

Viking Bonek akhirnya menjadi dua sahabat karib yang mengusung semangat persaudaraan. Keduanya kerap kali saling menjamu ketika Persib atau Persebaya bertandang ke kota berlawanan. Viking menonton pertandingan Persibaya di Bandung, begitupun sebaliknya Bonek menonton pertandingan Persibdi Surabaya. Bahkan pada satu pertandingan, Persib yang bermain laga tandang melawan Deltras Sidoardjo mendapat dukungan penuh tak hanya dari Viking, tetapi juga Bonek Mania. Karena dukungan ganda tersebut akhirnya Persib dapat bermain dengan apik danmengalahkan tuan rumah dengan skor 2-0.

Selain itu, mereka pun mengangkat slogan Viking Bonek Satu Hati sebagai gelora persaudaraan. Keduanya bahkan sering mengadakan kerjasama positif untuk mempererat ikatan tersebut. Salah satunya yaitu dengan menciptakan lagu Viking Bonek Satu Hati. Lagu tersebut menyiratkan kentalnya persahabatan mereka. Terlepas dari semua kontroversi atas sikap anarkis yang dilakukan oknum-oknum yang mengatas namakanViking Bonek. Kedekatan dua klub besar pendukung setia Persib dan Persebaya ini setidaknya dapat menghilangkan kesan angker dari kehadiran suporter kesebelasan sepak bola nasional. Dua kubu yang berbeda kesebelasan, kota bahkan suku ternyata dapat bersanding dan menjalin persahabatan yang jauh dari katarusuh.

Jika melihat suporter lain di indonesia, sebenarnya bukan hanya oknum mengatasnamakan Viking atau Bonek saja yang sering berbuat kerusuhan, banyak suporter lain di indonesia. Tetapi kedua suporter Viking Bonek sangatlah menjungjung pertemanan untuk suporter lain di indonesia setiap kali mereka bersatu.

Viking Bonek Salam Satu Hati Satu Nyali, Wani ! 

3. Kedekatan Viking-Bonek Terlalu Dipaksakan

  Persahabatan antara Viking (bobotoh) dan Bonek lebih didasarkan kepada kemesraan yang ditunjukkan oleh The Jak-Aremania. Poros Jakarta-Malang menjadi faktor kuat yang melatarbelakangi kedekatan Viking dan Bondo Nekad. Saya tidak tahu pasti, apa yang menjadi sejarah kedekatan mereka. Namun, persahabatan The Jak dan Aremania memantik rasa iri beberapa kelompok suporter di negeri "para penonton bola sok pintar" ini. Persekutuan Viking-Bonek boleh dibilang sangat keras dan brutal. Ketika Persib Bandung bertanding di Kanjuruhan, para Aremania tidak melakukan tindakan anarkisme terhadap para pemain Bandung. Pemain dibiarkan aman, dan tidak rasial. Karena Aremania tahu bahwa Malang Raya tidak berkonfrontasi dengan Bandung, tapi Arema "berperang" dengan Persebaya. Walaupun Aremania tahu dan sadar betul bahwa Persebaya beserta Bonek-boneknya bersekutu dengan Persib Bandung. Tapi hal yang berbeda ditunjukkan oleh para Bonek yang melakukan teror terhadap pemain Persija kala bertanding di tanah Madura. Persija kita tahu dekat dan menjadi saudaranya suporter terbaik Indonesia, Aremania. Persahabatan Viking-Bonek sangat dipaksakan. Jika dilihat ke belakang, tidak ada sejarahnya suku sunda dan jawa itu bersahabat. Dulu, ketika Majapahit masih jaya, seluruh wilayah nusantara dapat dikuasai. Borneo, Pamalayu (Sumatra), Dompu, Bali, Temasek, dll. Namun hanya kerajaan sunda yang tidak takluk pada kerajaan Majapahit. Konon, sunda takluk pada Majapahit lantaran setelah kejadian keji yang dilakukan Gajah Mada membantai utusan kerajaan sunda, termasuk permaisuri Pitaloka di Bubat, kelak di kemudian hari dikenal dengan pembantaian Bubat. Di masa perang kemerdekaan, permusuhan Sunda dan Jawa masih terlihat. Hal ini terjadi ketika pasukan divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah dan Jogjakarta. Kita tahu, sesampainya di daerah tujuan hijrah. Siliwangi mendapat perlakuan yang tidak bersahabat dari pasukan Panembahan Senopati yang tentaranya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketika di Jawa, prajurit Siliwangi sering terlibang friksi, baik secara individu hingga ke kompi. Faktor kecemburuanlah yang melatarbelakangi perselisihan itu. Siliwangi dianggap pasukan "anak emas" Hatta, karena perlengkapan seperti senjata, seragam, dan fasilitas yang dimiliki Siliwangi lebih lengkap dibandingkan pasukan dari Jawa seperti Panembahan Senopati dan Brawijaya. Jadi, jika diliat dari sejarahnya. Kedekatan Viking-Bonek (Sunda-Jawa) hanyalah untuk memperkuat kedudukan mereka sendiri, karena ada dugaan bahwa Viking dan Bonek punya rasa ketakutan pada besarnya pengaruh poros The Jak-Aremania.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar